Komunikasi

Klo bicara komunikasi d sini, ini versi saya ya, secara saya bukan anak fikom jg, hihi. Saya tidak akan secara harfiah menjelaskan definisi komunikasi, tp lebih k pengalaman pribadi saja yg berkaitan dgn komunikasi dgn lawan jenis a.k.a pasangan a.k.a orang terdekat (g harus pacar).

Ternyata setelah dipikir dan dirasa2, bahagia versi saya itu simple bgt. Saya BISA mengeluarkan semua unek2, ganjelan, apa yg g enak lah pokoknya, itu cukup menghilangkan beban di otak 90% ada kali ya (sok iye bgt dah yak :D). Dulu (pret! mpe skrg aja masih kok)..saya selalu mikir utk hal2 tertentu, saya sbg perempuan, selalu memendam beberapa hal yg memang saya ANGGAP tidak penting, tp walhasil keluar d saat yg tdk tepat, secara yaaa..sudah terakumulasi tea. Jadi ada beberapa waktu dimana saya mencari2 kesalahan (alam bawah sadar) untuk mengeluarkan semua unek2 yg udh terakumulasi dan terpendam sebelumnya. Semua masalah atau si unek2 yg terpendam ini biasanya sedikit2 muncul krn di otak saya ada pikiran:

Ah, masa dia g sadar sih!?!

Nah..pikiran ini nih awal mula si penyakit. Jadi krn saya berpikir saya perempuan, saya GENGSI utk mengatakan, dan saya berharap si partner akan mengerti dgn sendirinya. Heueuh da dia teh cenayang yak bisa ujug2 tau apa yg saya rasain, secara saya tea drama queen bisa mengubah ekspresi seenak jidat :D.

Gengsi ini nih yg bahaya! Tapi kan eyke cw booo, masa apa2 hrs bilang yak. Pembenaran! Pembenaran ini teh mun ceuk doi nyak.

Halah, hari gini ngomongin gender, klo mau berubah jd manusia yg lbh baik ya jgn menyangkutpautkan gender lah!

Beuuu..sedap g tuh statementnya (saya modif dikit, lupa yg aslinya gmn), itu bukan kata saya lho ya :D. Nahhh..pas dapet ntu statement, saya berasa ditabok bolak balik atas bawah dah.

Jikalau (tsahhh) kita sudah merasa bahwa partner kita itu segalanya dan memang kita percaya bahwa dia sudah mengenal kita blusukannya kayak apa, ya kenapa harus takut atau segan utk cerita, toh setelah cerita cuma ada dua kemungkinan, muncul bahan topik diskusi atau kita digurui. Alhamdulillah utk saat ini sih saya sudah mendapat partner diskusi, bukan guru spiritual :D. Di sini lah yg namanya the real communication baru muncul. Bicara dua arah, ada saatnya kita berargumen dan ada saatnya dgn senang hati kita mendengar (good listener mun ceuk doi mah).

Pokoknya si saya akan teyuuuz berusaha menjadi lebih baik dan lebih dewasa dalam hal beginian nih. Ah kamuuu, terima kasih sudah sabar dalam menemani dan membimbing saya ^^.

*Selain ngeluarin smua unek2, bisa melihat orang yg kita sayang tidur nyenyak dgn enaknya pun sudah bisa membuat saya tersenyum dgn manisnya #nyengir …. Met bobo :*…. #pura2gataukloudahpagi

Advertisements

2 thoughts on “Komunikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s