The Deep..Deep..Deepest

Mari sedikit mellow dramatis yuk. Sedikit mau mencurahkan apa yang ada di hati dan pikiran saya yang terdalam saat ini. Saya ngetik blog ini ga lagi galau ataupun BT atau apalah (lagi ditinggal suami sebulan iye #curcol), yang jelas saya lagi sangat rasional nih *menurut saya*.

Saat ini alhamdulillah kehamilan saya sudah jalan 9 bulan dan deg2annya luar biasa. Deg2an ini rasanya campur aduk segala rupa, dari excited pingin cepet liat ciubay, pingin cepet gendong, pingin cepet denger tangisan ciubay, sampai beribu macam rasa kekhawatiran. Nah ini nih yang sedang digojlok untuk manajemen emosi si saya. Dari kecil saya belum pernah ngerasain dirawat di rumah sakit, belum pernah ngerasain diinfus, belum pernah ngerasain nginep di rumah sakit, jadi ini perdana segala2 lah *duh emang kudu diinfus gitu? :p*. Itu mungkin hanya sebagian super kecil dari kekhawatiran saya, sebagian besarnya adalah pasca melahirkannya ini nih.

Wahai para wanita, punya anak itu bukan sebuah keinginan atau ambisi semata ataupun *dikejar setoran* akibat never ending question dari para kepoers, tapi sebuah komitmen seumur hidup. Saya pribadi memang belum melahirkan dan belum sampai pada tahap merawat anak, tapi bayangan saya sudah jauh setelah itu apalagi dengan terbukanya segala macam informasi via internet saat ini, wah makin parno segala aspek deh. Jujur sebelum nikah saya cuma kepikiran punya anak teh lucu ya bisa diajak main didandanin diajak curhat dll, tanpa saya mikir tanggung jawab kehidupan dunia sampai akhirat untuk si anak ini. Setelah menikah udah mulai deh tuh kepikiran segala macem klo punya anak nanti gimana, dari tempat tinggal, sekolah, kesehatan, dan lain sebagainya yang bahkan sampai saat ini masih belum tau juga nanti gimana.

Kalo kata saya sih ini ya, Allah pasti sangat tahu dan selalu tahu kapan saat yang tepat untuk memberikah kita rezeki berupa anak ini, bahkan *maaf* yang MBA pun dimunculkan anak pasti Allah punya tujuan lebih indah untuk si anak ataupun untuk orangtuanya, saya yakin itu. Jadi..para wanita *biasanya* jangan pernah sekalipun menyalahkan Allah (Tuhan) jika memang belum dikaruniai seorang anak, ok pasti kalian bisa bilang β€œnah lu kan belum pernah ngerasain nungguin kehadiran anak 1, 2, 3, atau 5 tahun lebih”, iya saya akui saya tidak merasakan itu, tapi saya sudah berapa puluh kali meneteskan air mata karena mendengar dan membaca cerita tentang perjuangan pasangan sampai 10 tahun lebih menantikan kehadiran seorang anak. Usaha mereka bukan hanya secara fisik lho ya misalkan suntik hormon, obat2an, sampai bayi tabung, tapi juga dari perbaikan kualitas hidup mereka sendiri, apakah siap atau tidak dengan kehadiran bocah2 lucu yang akan meramaikan isi rumah mereka.

Btw eniwey baswey, saya salut teruntuk semua emak2 apalagi yang anaknya 7 8 9 10 dan tanpa pembantu babysitter ataupun nenek kakek yang membantu. Salut segalanya, ya dari hamil, melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan semua anaknya. Alhamdulillah sampai saat ini sih ciubay ga rewel sama sekali, jauhlah kalau dibandingkan dengan beberapa wanita yang saya sering dengar morning sickness atau muntah2 atau apalagi ya itu, alhamdulillah ciubay super solehah, makasih ya nak :*. Yuk sekarang, mari kita cus pilates nak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s