‘Bayi Biru’

Luar biasa…..

Mungkin 2 kata itu yang bisa saya rasakan hampir 2 bulan ini. Satu hal yang pasti, yang katanya rasa sakit pada saat melahirkan itu ga ada apa2nya dibanding rasa pasca melahirkan. Titik awal berkecamuknya si perasaan hancur lebur itu saat saya tidak bisa menyusui si anak. Subhanallah sakitnya itu dobel ya fisik ya psikis. Mungkin inilah awal dari si baby blues melanda.

Jujur, saya baru ngerasa kalo ternyata saya ini super idealis bingit ya. Bener2 saya baru ngeh sekarang. Segala macam prinsip dan keinginan saya yang akhirnya luluh lantah ternyata sangat mempengaruhi ‘kerusakan’ psikis saya. Impian saya yang kudu musti wajib saya lakuin saat punya baby bocah bala2 dengan ASI eksklusif plus sarjana ASI sampe 2 tahun sirnalah sudah.

Alhamdulillah sianak sempat mendapat kolostrum dari saya meski hanya beberapa tetes spuit dengan perjuangan yang aduhai nyeri ngilu atiiiiiiiit *ini beneran lebih sakit drpd proses melahirkan, ciyus*. Ini semua akibat si saya yang berinverted nipple, apakah itu…mangga digugling sajo. Sebenarnya saya udah punya feeling ini bakal jadi masalah di saat saya punya anak, maka dari itu saya udah siap2 dengan pompa, nipple puller, nipple shield, breast care, dll, tapi ternyata semuanya itu ga ada yg berhasil, teuteup aja sampe hari ketiga si ASI ndak mau nongol, yang ada si pd udah lecet2 dan berdarah krn terus2an di’uyel2′ dan dipompa *bari jeung paling yang keluar cuma 1-2 cc kolostrum*.

Puncak drop si saya di saat saya tahu bahwa sianak sudah diberi sufor krn desakan para orang tua yang merasa kasian denger sianak nangis terus yang mereka pikir itu adalah tanda kelaparan di hari ketiga, huhuhu. Stress ini pun berlanjut sampai di rumah sampai seminggu kali ya. Alhamdulillah sekarang setiap harinya sianak bisa lah dapet ASIP dari saya 200-300 ml. Ya, sampai detik ini sianak masih susah dan enggan untuk nenen langsung ke saya yang mana memang harus menggunakan nipple shield juga sih. Ya..idealisme luntur menjadi pasrah yang penting sianak dapet ASI meski hanya perahan dan masih harus campur dengan sufor.

Seminggu sudah mulai agak mereda nih si baby blues, ehhhh..ga lama pak suami harus ke Kalimantan yang mana sampai detik ini pun belum pulang. Huwaaaaaa..kambuh lagi lah itu baby blues. Bahkan sampai detik ini air mata tengah malam jadi minuman saya setiap hari deh, heuheu. InsyaAllah pak suami jemput rezeki sianak dan berkah buat kami sekeluarga #aamiin.

babySeorang Ayu yang biasanya seneng banget mengatur sesuatu, manage sesuatu ataupun seseorang, sekarang harus mengalah dengan keadaan dimana sangat dominan menguasai seorang Ayu. Perubahan inilah yang masih harus saya kontrol jangan sampai berimbas negatif ke sianak. Jujur, setiap saat saya melototin mata sianak, tumpahlah ini si air mata. Saya takuuuuut banget ga bisa ngejaga amanah cantik dari Allah ini. Selain Allah, suami suami suami, hanya suami yang saya rasakan sangat support saya dalam hal apapun, meskipun jauh. Jujur saya kecewa ternyata malah orang yang sedarah dengan saya yang hobi banget menjatuhkan mental saya SETIAP HARI.

Teruntuk semua pasangan yang memang belum memiliki buah hati dan hanya karena ‘keinginan semata’ pingin punya anak, wah..kalian salah besar. Tanggung jawab dunia akhirat kalian super besar. Nikmatilah dan bersyukurlah di setiap harinya bersama pasangan kalian, karena kehidupan kalian akan berubah total dengan kemunculan malaikat kecil di tengah kalian. Makhluk super lucu yang bisa membuat kalian sangat bahagia sekaligus sangat menyedihkan saat orang terdekat kalian hanya bisa menjatuhkan mental kalian (semoga kalian ga dapet sih kasus yg satu ini). Saya pribadi sih yang bisa bikin saya hepi saat ini hanya perhatian pak suami, selalu dekat sianak, dan faktor eksternal (teman-teman).

*Ya Allah maafin saya yang kurang bersyukur dengan segala kenikmatan dari Mu….. -hamba Mu yang masih sangat harus belajar bagaimana cara untuk besyukur-

Advertisements

9 thoughts on “‘Bayi Biru’

  1. Leutiiikkk.. sabar nyaaa badai pasti berlalu.. selamat menikmati nano-nano jadi ibuuu.. *gabruk ayu gabruk rara* πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s