Bahasa Saya

Sejujurnya pengalaman berbahasa hampir bisa dikatakan tidak ada, hikz..sedih ya. Maka dari itu Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini sedikit (banyak denk) membuat saya terpaku tanpa draft apapun sampai di penghujung Bulan September ini.

Saya….

Alhamdulillah saya dari lahir tidak pernah dihadapkan dengan lingkungan yang terlalu berbeda yang mengharuskan saya untuk beradaptasi dalam hal berbahasa. Saya lahir dan besar di Jakarta sampai saya berumur 14 tahun, lalu pindah ke Bandung yang ternyata bahasa sehari-hari pun masih dengan menggunakan Bahasa Indonesia, kecuali kalau kita masuk ke dalam komunitas tertentu yang memang sudah dengan luwesnya berbahasa sunda baik itu ‘sunda halus’ maupun ‘sunda kasar’.

Untuk ke negeri orang, saya baru merasakan saat umroh which is berbahasa Inggris dan pernah sedikit menapakkan kaki di Jepang yang memang butuh effort lebih dalam berkomunikasi karena warga setempat sungguh sulit dalam berbahasa Inggris, tapi tetap saja saya tidak merasa terlalu kesulitan di sana. Alhamdulillah semua warga yang saya temui begitu toleran jadi saya pun masih merasa nyaman tanpa ada rasa takut atau malu.

Hmmmm….saat saya masih menggeluti dunia survey, saya diberi kesempatan untuk ke luar Pulau Jawa beberapa kali, salah satunya di Pulau Buton dan Pulau Konawe selama 1 bulan. Saya pikir (dan saya harap) akan mendapatkan beberapa kendala ataupun penglaman menarik dalam berkomunikasi, ternyata tidak juga, karena mereka pun menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Kalau memang ada yang berbeda mungkin hanya menambahkan beberapa suku kata di belakang kata asli dengan intonasi khas mereka, namun sungguh itu semuanya masih dapat saya mengerti karena memang kata-katanya masih jelas Bahasa Indonesia bukan bahasa daerah.

Eh iya..saya pernah lho berada di masa kami menggunakan bahasa gaul rahasia untuk berkomunikasi agar sekitar kami tidak mengerti dengan apa yang kami bicarakan. Saya pun pernah sedikit sharing di blog ini kok. Penggunaan bahasa ini digunakan saat saya SD sampai SMP lah ya, eh kayaknya sih sampai SMA pun masih deh, bahkan terkadang sekarang suka iseng sama suami bicara dengan bahasa ini, meskipun suami rada ndak mudeng ihihi. Lucunya bahasa gaul rahasia ini ya tidak bisa menjadi rahasia lagi kalau semuanya pun sudah mengerti dengan aturan penggunaan bahasa ini, hahaha.

Jadi saya harus cerita apa lagi yaaaaa???

Bahasa Inggris VS Bahasa Indonesia

Kalau ada yang tanya ke saya lebih susah mana, Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, sudah pasti akan saya jawab Bahasa Indonesia. Mari tengok contoh standar seperti beberapa meme yang beredar belakangan ini, JATUH. Bahasa Inggrisnya jelas fall. Nah kalau di Indonesia kan jelas beda ya, “Oi..Tukiyem jatuh tuh!!!”. Respon pertama biasanya si pendengar akan tanya balik, “Jatuh gimana?”. Ya ga? Ya karena jatuh itu berbagai macam bentuk dan ada istilahnya sendiri lagi. Terjungkal, terpeleset, tumbang, bahkan jatuh hati #eh. Sebuah kata ‘jatuh’ ini bahkan ada karya ilmiahnya sendiri lho.

source: google

Kalau untuk Bahasa Sundanya jatuh juga sudah banyak yang tahu kan? Contohnya seperti meme yang banyak berseliweran di media sosial di bawah ini:

source: id.quora.com

Betapa kayanya ragam bahasa negeri kita ini sampai sukses membuat nilai Bahasa Indonesia saya saat UAN SMA menjadi yang terendah di antara 2 mata pelajaran lainnya, eaaa.

Bahasa Keluarga

Mama asli Sunda, Bapak wong Jowo, tapi bahasa sehari-hari mereka kepada anak-anaknya tetap Bahasa Indonesia. Nah…kecuali kalau sudah kumpul keluarga besar, beda cerita. Di keluarga Mama akan full of Sundanese, keluarga Bapak ya jelas akan full of Javanese, anak-anaknya ya bengong lah, hahaha. Untuk saya pribadi, saya lebih common dengan Bahasa Sunda, karena Keluarga Mama jauh lebih sering kumpul dan personil milenialnya (angkatan 80-90 anggap milenial saja lah ihihi) pun lebih banyak.

Dikarenakan saya ‘tidak sengaja berkenalan’ dengan Bahasa Sunda melalui para sepupu ini, walhasil hancurlah pengetahuan Bahasa Sunda saya. Tahu dari mana hancur? Ya sejak saya pindah ke Bandung. Sewaktu di Jakarta mungkin tidak ada yang sadar kalau Bahasa Sunda saya salah ataupun kalau memang ada yang tahu ya mereka memaklumi karena saya orang Jakarta. Jeng..jeng….pindahlah saya ke Bandung. Ternyata Bahasa Sunda saya selama ini kasar semuanya, bahkan terbawa sampai sekarang, sungguh sulit untuk diubah.

Contohnya nih, lebok! Ini tuh seriiiing sekali diucapkan para sepupu jika memang sedang bermain dan ditujukan kepada yang kalah, jadi pada saat itu saya mengartikan lebok itu sebagai syukurin!. Setelah saya pindah ke Bandung baru tahu kalau lebok ini sunda kasar yang artinya makan. Ya mungkin pada saat main itu artinya jadi seperti, makan tuh! Kebayang kan bagaimana komunikasi saya saat pertama kali pindah ke Bandung, hadeeeeh… Untung saya mendapatkan komunitas yang menyenangkan yang mau memperbaiki segala kosakata sunda kasar saya. Jadi sekarang pun andaikata mau berbahasa sunda dengan tetangga (biar akrab gimanaaaa gitu hehe), sebelumnya harus dipikirkan dulu, karena lebih baik berbahasa Indonesia saja dibanding terucap sunda kasar dari mulut saya ini huhuhu.

Namun tidak bisa dipungkiri berkomunikasi dengan sunda kasar atau apapun jenis bahasa yang bukan bahasa formal memang seperti menjadi identitas kedekatan dalam komunitas tertentu. Sama seperti di drama Korea (cmiiw), jenis panggilan dan cara berbicara dapat menjadi parameter seberapa dekat hubungan mereka. Jadi menurut saya kita bebas berekspresi dalam berbahasa, namun tetap harus beretika, tahu tempat, tahu suasana, jangan sampai menyinggung perasaan atau budaya orang lain.  

One thought on “Bahasa Saya

  1. Duh, teh, sempet keliru soal lebok itu ya 🥲 bhs Korea ada miripnya dengan bahasa Sunda dan Jawa: perlu melihat usia, posisi sosial lawan bicara. Salah ngomong bisa dikeplak di kepala macam di drakor 🤣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s