Man to the Tan

cinta monyet

Bismillahirrohmanirrohim…

Ahaaa…butuh keberanian besar nih untuk cerita tentang mantan2 yang pernah bernaung di kehidupan saya #aihhh. Ada yang cinta monyet ada juga yg hampir cinta beneran, hahahaha.Β InsyaAllah niat saya posting tentang mantan ini sama sekali ga ada maksud untuk menyinggung pihak manapun, apalagi sang misua tertjintah (ah dia mah udah hatam, ihihi). Tujuan saya murni hanya untuk sharing dan semoga menjadi pembelajaran saja, sama sekali bukan untuk sombong (saya suka geli klo ada yg membanggakan diri sendiriΒ krn bermantan banyak -___-). Gini aja deh, namanya semua saya samarkan saja ya, wkwk. Oh iya di sini saya hanya menjabarkan status mantan yang sebenarnya ya, hmmm..pokoknya yang pernah resmi berstatement: Mau ga jadi pacar aku? atau yang sejenisnya. Bwahahahahaha jaman purba banget ya. Kalau yang hanya jalan bareng tapi ujungnya gimana atau ditolak ga jelas yaaa ga usah lah ya (lah malah ini yang banyak, maaaaaaaaaf, wakakak).

Mari dijabarkan, hahahaha: read more…

Advertisements

Pilah Pilih Humi (1)

humiMau cerita kisah perjalanan si kami hunting si humi tempat berteduh untuk keluarga kecil kami nanti. Sebenarnya keputusan kami untuk mencari rumah ini ada yang bilang terlalu cepat, karena toh kan kami belum setahun menikah, mungkin dari sisi manajemen keuangan juga belum mantap, dll. Tapi saya pribadi mikirnya rumah itu salah satu investasi, nah yang namanya investasi kalau dinanti-nanti iraha teuing, ya pasti si harga rumah pun akan terus naik, jadi saya pikir ya lebih baik dari sekarang daripada si duit angpaw bulukan, mending jadi dp rumah kan kan kan :D. Selain itu juga si kami ingin mandiri, meskipun sekarang sudah serba sendiri, tapi tetap saja kami masih menempati rumah orang tua yg mana listrik masih dibayarin, alat masak sudah terima jadi, bahkan terkadang makan pun sudah terima jadi, sprei masih dicuciin, dan lain sebagainya. Awalnya pun si suami masih mikir-mikir, namun setelah ngobrol panjaaaaaang kali lebar, walhasil suami setuju untuk hunting terlebih dahulu, hehe.

Keputusan kami memang tergolong super kilat untuk pencarian rumah ini, tapi kami ga mau buru-buru dalam memutuskan rumah seperti apa yang menjadi target pencarian kami dan seperti apa cara pembayarannya, entah itu cash atau KPR. Sekarang saya mau sharing tentang beberapaΒ pertimbangan kami dalam pemilihan humi dulu saja ya: read more…

Welcoming 2015

Alhamdulillah..

Entah ucapan syukur macam apa lagi yang bisa saya panjatkan untuk tahun 2014 kemarin. Alhamdulillah tahun 2014 begitu ‘indah’ untuk saya. Berawal dari kesampeannya nonton idola teryahud Kahitna plus plus plus yang kebetulan di tanggal 14 Februari (sungguh saya tidak pernah merayakan palentinan kok) walau harus dengan penuh perjuangan dalam mendapatkan tiketnya :D. Lalu kesempatan yang pastinya Allah berikan kepada saya untuk berkunjung ke ‘rumah’ Nya. Dilanjut dengan lulusnya sang mantan pacar (ini pasti diprotes nih, mana pernah si kami menyandang status pacaran, rrr). Finally we’re getting married *hati dan bunga2 melayang di atas kepala* \(^.^)/ !!!!!!!!

Alhamdulillah resolusi 2014 sudah sukses dan lunas :). Tahun 2015 pun insyaAllah tidak akan kalah indahnya dengan 2014, aamiin. Tanggal 2 kemarin kehidupan awal tahun si kami dibuka dengan Konser MLTR plus main di Trans Studio Bandung (ok saya makhluk bandung tapi beneran ini perdana masuk TSB), yeay! Perdana nih nonton standing concert (selain bazar/pensi) nyang mana si saya g kliatan apa2, tp aura konsernya berasa banget. Bismillah semoga seminggu ini menjadi awal yang baik dalam mengarungi kehidupan sepanjang 2015 nanti, aamiin.

Resolusi 2015 adalah NYETIR. Bwahahaha…ini SIM udah mau kadaluarsa tapi sampai detik ini saya bawa mobil bisa dihitung pake satu tangan, hehe. Ayo suami, paksa si saya untuk memperlancar (curiga lupa sih :D) bawa mobilnya yak. Udah itu saja, mulai tahun 2012 kemarin saya memang tidak mau muluk dalam membuat resolusi atau impian setiap tahunnya, yang penting selalu menjadi yang terbaik dan sehat.

Selamat tahun baru semuanya ^^!!!!!

happy-new-year

14-18 Oktober 2014

Late post bingit yak, ndak apa2 lah ya…

Judul blog kali ini sinonim dengan Honeymoon, yeay! Acara bulan madu ini, kami ditemani oleh guide yang diutus oleh Minakjinggo Tour & Travel dan tongsis tentunya sebagai pahlawan kami :D. Oh iya, tujuan bulan madu ini saya pilih Kota Malang, Batu, Bromo. Ini beneran saya yang pilih dan langsung merajuk si mas untuk meng-iya-kan maunya si saya ini :D, kenapa? read more…

Mahar dan Cincin

Nyahahahahahaha…super basi banget baru posting nih tema yak, gpp lah ya lebih baik terlambat daripada tidak kan kan kan #pret. Jadi..mahar yang saya minta ke si mas, seperangkat alat sholat dan logam mulia 12 gram. Alasannya karena..kalo untuk alat sholat mah ya biar makin soleh solehah aja si kaminya, kalau logam mulia karena si saya kurang begitu suka perhiasan, jadi saya pilih logam mulia saja seberat 12 gram yang mana bertepatan dengan tanggal pernikahan kami. Ah..syeunang akhirnya punya tanggal anniversaary juga, setelah bertahun2 ga jelas tanggal anniversarynya (bororaah tanggal, hubungannya aja ga jelas :D).

Untuk alat sholatnya standar sajo beli di Pasar Baru, mukena broken white bahan sutra jepang ato paris yak lupa, pokoknya jempol banget deh tuh mukena, tapi memang agak mahal, 600 ribu lebih kalo ga salah. Kenapa saya pilih yang paling bagus dan paling ‘mahal’, karena saya malu aja, baju celana hp sepatu bisa beli yang bermerk, masa buat ngobrol sama Allah beli yang asal2an. Untuk logam mulia, hampir 2 bulan ada kali ya saya monitor setiap hari perkembangan harganya di sini, saat harganya mulai turun secara stabil (kopet mode on), kami langsung beli. Belinya langsung sajo di butik emas logam mulia Jl. Ir. H. Juanda No.145 Dago, Bandung.

Alasan mengapa cincin kawin kami tidak masuk ke dalam mahar karena kami pikir cincin itu sesuatu yang memang tidak pernah terpikirkan oleh kami akan dijual atau digadai atau apa lagi ya, pokoknya arti cincin lumayan sakral lah untuk kami, sama kayak buku nikah lah mungkin bahasa simplenya mah. Bukan berarti si logam mulia mau dijual, tapi setidaknya itu sesuatu yang mutlak menjadi milik saya saja, bukan seperti cincin kawin yang kami miliki berdua secara ada ukiran nama di dalam cincinnya. Lagi pula kalau si cincin ini masuk ke dalam mahar, wah kasian si mas nanti pas ijab jadi kepanjangan, hihi.

Cincin kawin kami ini kami buat di Laris Jewellery di Jl. Sukajadi, modelnya ya nyontek dari mbah gugel pastinya. Untuk si mas pake yang palladium karena memang di Islam ga boleh kan cowok pake emas. Alasan saya memilih toko emas ini, karena packagingnya baguuus, jadi ga perlu lagi deh kotak cincin ala seserahan untuk acara penyematan setelah ijab. Penampakannya seperti ini nih:

laris

Oh iya, kalau packaging si mahar, kami percayakan kepada Kuchiwalang yang mana memang agak mahal dan agak nyesel sih, secara cuma gitu doank hasilnya, duh lupa dipoto uy kalo mahar mah, huhuhu, tapi ya sudahlah ya secara udah bingung mau gimana ngebentuk si maharnya.

Sekian review si mahar dan cincin kawin kami yang tentunya sudah kami pakai, hehe.

 

Apa Kabar H Min 18

Fiuh…sepertinya benar ya, mendekati hari H itu gogoda semakin banyaaaaaaaaaaak. Alhamdulillah sih bukan gogoda dalam arti ada pihak ketiga ya, tapi lebih ke ujian mental, kesabaran, dan masih banyak denk ujian2 lainnya. Untuk saya pribadi lebih ke kerjaan yg semakin menggunung, kerjaan si mas juga yg masih belum beres yg memaksa si kami berjauhan dulu 2 bulan ini *doi baru pulang H min seminggu*, hasil medcheck pra nikah yg tidak menyenangkan :(, baju yang belum beres2, undangan2 yang belum disebar aje sampe skrg padahal jadinya udh dr 3 bulan yg lalu, emosi yang naik gunung lewati lembah kemudian nyuksruk, dan tagihan2 yg belum lunas (wkwkwk..ini sih derita elo Yu!), pokoknya SESUATU banget. Eh eh eh tapi beneran lho saya ga ada niat ngeluh, malah lebih ke happy banget sih ngurusin semuanya ;). Ada satu denk yg sudah pasti dan sudah siap segala2 dan paling bikin ga sabaran, rencana HONEYMOON ;p!

Alhamdulillah saya punya calon misua yang super sabar ‘atau kebal kayaknya sih’ dengan nada2 tinggi saya yang sungguh sebenarnya saya g ada maksud untuk ngajak ribut atau apalah. InsyaAllah sampai saat ini kami selalu bisa ‘berkomunikasi’ dengan baik kok :).

Muuusiiik Pliiis

Hal terpenting lainnya yang agak sedikit lupa untuk saya ulas adalah masalah band atau wedding music atau organ tunggal atau apalah itu namanya. Sebenarnya ga pusing juga sih milih untuk band ini, karena memang sudah punya option sendiri juga dari dulu, antara Alto dan Wijaya. Kenapa mereka berdua, karena ya..sudah langganan band acara wedding di bandung yang paling oke ya dua itu aja *menurut saya*. Akhirnya saya memilih Wijaya Music, kenapa? karena yang ngangkat telepon duluan Wijaya, wkwkwk *alasan tidak ilmiah ;p*. Ngobrol sama cp Wijaya nya tapi enak kok, namanya Mba Fora, super ramah dan super asik.

Untuk harga nih, hmmm..ada paket2 gitu sih, saya lupa apa aja, ada chamber, akustkan, sama apalagi ya, lupa..kalo saya sama si mas ambil paket yang 9,5 jeti, itu full band dan ada tambahan pilhan, mau grand piano atau gitar. Kalau orang tua dan untuk kepentingan visual sih lebih oke grand piano ya, tapi kalo dari segi musik, Mas ku pastinya pilih gitar, saya sih iye2 aja dah secara doi lebih handal untuk masalah musik. Untuk songlist juga lumayan oke2 kok yang Wijaya punya, tapi yang saya dan si mas mau juga lumayan banyak yg g ada di songlist tersebut :D. Semoga Wijaya bisa memainkannya untuk kami, hihihi, aamiin. Oh iya harga segitu juga udah sama soundsystemnya juga *lupa berapa ribu watt*.

Sekian ulasan tidak penting dari saya, terima kasih ;p.