Apa Apa Tiga Bulan

Haaaaaaaaaaiii….ish…3 bulan lebih aja gitu ga apdet si onyeth, sampe bingung mau ngetik apa dah nih si judul, heuheu. Ada apa dengan 3 bulan ya apa aja yang terjadi dalam 3 bulan ini. Hmmmm… 3 bulan ini lebih banyak riweuh teu puguh dengan pekerjaan nu teu puguh dari instansi2 yang tidak puguh juga. Plus ditinggal suami tercinta mencari sekarung berlian melulu pula, jadi bawaannya serba males ngapa2in. Nah, berhubung sebagian isi kantor baru pada mulai ke lapangan, maka si saya kesepian dan baru keingetan si onyeth ini :D.

Dibalik semua keriweuhan tapi ada sesuatu yang indah, aih..apakah itu. Alhamdulillah sampai hari ini si saya dan suami sedang dikasih kepercayaan dititipin ciubay yang sekarang sudah 18 minggu *wink2*. Syukur alhamdulillahnya lagi ciubay ini ndak rewel sama sekali, adem ayem ga berasa hamidun kecuali pinggang punggung yang kadang mulai berasa pegel ga jelas saja.

Jadi, apa rasanya hamil? Speechless. Sudah itu saja. Pokoknya bahagia tiada terkira *apalagi klo udh denger detak jantung ciubay, ahhh* Awalnya sih sempet BT yak, USG perdana sendirian aja gitu, si suami di antah berantah, jadi berasa anak kecil hamil ditinggal lelaki tak bertanggung jawab -____-. Alhamdulillah sih seterusnya jadi sudah biasa ditinggal suami merantau, ya..hiburannya ngobrol sama perut aja tiap malem :). Love you both wahai suami dan ciubay.

Cerita lainnya tentang ciubay nanti aja atuh ya, ini mah selingan karena dapet email dari wordpressnya aja bahwa si onyeth kangen, ihihihihihi :D.

Advertisements

Kekuatan Politik

Edyan…berat banget ga tuh judul, hehe. Akhirnya sempet ngeblog lagih (ga sibuk juga sih, sedang menjadi pemalasan saza). Kesibukan sebulan ini sepertinnya tidak ada, kecuali memasukkan beberapa proposal ke LPSE yang mana sampai bulan ini si kantor masih belum ada pegangan pekerjaan. Nah ini yang mau saya share sedikiiiiiiiit saja, hehe *bahaya kalo banyak mah*.

Akhirnya saya merasakan sendiri akibat dari perselisihan pejabat internal ataupun pergantian kekuasaan di negara ini. Nasib si kantor yang sangat bergantung pada pekerjaan APBN ya begini ini jadinya. Di saat sang instansi goyang, kantor kami pun ikut goyang, mungkin hampir semua konsultan pemetaan yang juga menggantungkan nasibnya kepada instansi pemerintah ini merasakan hal yang sama kali ya dengan kantor kami.

Pemberantasan korupsi memang sedang kencang2nya, tapi ternyata proses pemeriksaannya ini wuiiiiih luar biasa menegangkan dan mengganggu keseluruhan kinerja perusahaan. Bukan berarti saya kontra dengan pemberantasan korupsi, tapi agak kaget saja dengan efek yang akhirnya terjadi.

Di saat sudah ada satu pekerjaan yang kami menangkan ehhhhh karena keputusan Presiden Indonesia yang baru ini untuk menyatukan beberapa instansi dan lembaga, ya walhasil belum bisa ada penandatanganan kontrak, ‘hanya’ karena masalah administrasi. Fiuh…ya mbok kalo memang urusan administrasi internal belum beres, kenapa sudah berani buka lelang pekerjaan di LPSE siiiiiih. Sepertinya hal sepele dan mudah ya, tapi ternyata prosesnya tidak semudah itu dan ini dampaknya sangat besar dan saya merasakan juga ‘akhirnya’ hehe.

Ya…meskipun Presiden Indonesia ini bukan pilihan saya, tapi saya berusaha untuk berpikiran positif untuk beliau, semoga krisis di internal pemerintahan tidak berkepanjangan dan Indonesia (red: kantor kami) bisa kembali bernafas dengan tenang. Luar biasa ya ternyata kekuatan politik di negara kita ini atau bahkan di dunia, ihihihi.

Man to the Tan

cinta monyet

Bismillahirrohmanirrohim…

Ahaaa…butuh keberanian besar nih untuk cerita tentang mantan2 yang pernah bernaung di kehidupan saya #aihhh. Ada yang cinta monyet ada juga yg hampir cinta beneran, hahahaha.ย InsyaAllah niat saya posting tentang mantan ini sama sekali ga ada maksud untuk menyinggung pihak manapun, apalagi sang misua tertjintah (ah dia mah udah hatam, ihihi). Tujuan saya murni hanya untuk sharing dan semoga menjadi pembelajaran saja, sama sekali bukan untuk sombong (saya suka geli klo ada yg membanggakan diri sendiriย krn bermantan banyak -___-). Gini aja deh, namanya semua saya samarkan saja ya, wkwk. Oh iya di sini saya hanya menjabarkan status mantan yang sebenarnya ya, hmmm..pokoknya yang pernah resmi berstatement: Mau ga jadi pacar aku? atau yang sejenisnya. Bwahahahahaha jaman purba banget ya. Kalau yang hanya jalan bareng tapi ujungnya gimana atau ditolak ga jelas yaaa ga usah lah ya (lah malah ini yang banyak, maaaaaaaaaf, wakakak).

Mari dijabarkan, hahahaha: read more…

Pilah Pilih Humi (1)

humiMau cerita kisah perjalanan si kami hunting si humi tempat berteduh untuk keluarga kecil kami nanti. Sebenarnya keputusan kami untuk mencari rumah ini ada yang bilang terlalu cepat, karena toh kan kami belum setahun menikah, mungkin dari sisi manajemen keuangan juga belum mantap, dll. Tapi saya pribadi mikirnya rumah itu salah satu investasi, nah yang namanya investasi kalau dinanti-nanti iraha teuing, ya pasti si harga rumah pun akan terus naik, jadi saya pikir ya lebih baik dari sekarang daripada si duit angpaw bulukan, mending jadi dp rumah kan kan kan :D. Selain itu juga si kami ingin mandiri, meskipun sekarang sudah serba sendiri, tapi tetap saja kami masih menempati rumah orang tua yg mana listrik masih dibayarin, alat masak sudah terima jadi, bahkan terkadang makan pun sudah terima jadi, sprei masih dicuciin, dan lain sebagainya. Awalnya pun si suami masih mikir-mikir, namun setelah ngobrol panjaaaaaang kali lebar, walhasil suami setuju untuk hunting terlebih dahulu, hehe.

Keputusan kami memang tergolong super kilat untuk pencarian rumah ini, tapi kami ga mau buru-buru dalam memutuskan rumah seperti apa yang menjadi target pencarian kami dan seperti apa cara pembayarannya, entah itu cash atau KPR. Sekarang saya mau sharing tentang beberapaย pertimbangan kami dalam pemilihan humi dulu saja ya: read more…

Welcoming 2015

Alhamdulillah..

Entah ucapan syukur macam apa lagi yang bisa saya panjatkan untuk tahun 2014 kemarin. Alhamdulillah tahun 2014 begitu ‘indah’ untuk saya. Berawal dari kesampeannya nonton idola teryahud Kahitna plus plus plus yang kebetulan di tanggal 14 Februari (sungguh saya tidak pernah merayakan palentinan kok) walau harus dengan penuh perjuangan dalam mendapatkan tiketnya :D. Lalu kesempatan yang pastinya Allah berikan kepada saya untuk berkunjung ke ‘rumah’ Nya. Dilanjut dengan lulusnya sang mantan pacar (ini pasti diprotes nih, mana pernah si kami menyandang status pacaran, rrr). Finally we’re getting married *hati dan bunga2 melayang di atas kepala* \(^.^)/ !!!!!!!!

Alhamdulillah resolusi 2014 sudah sukses dan lunas :). Tahun 2015 pun insyaAllah tidak akan kalah indahnya dengan 2014, aamiin. Tanggal 2 kemarin kehidupan awal tahun si kami dibuka dengan Konser MLTR plus main di Trans Studio Bandung (ok saya makhluk bandung tapi beneran ini perdana masuk TSB), yeay! Perdana nih nonton standing concert (selain bazar/pensi) nyang mana si saya g kliatan apa2, tp aura konsernya berasa banget. Bismillah semoga seminggu ini menjadi awal yang baik dalam mengarungi kehidupan sepanjang 2015 nanti, aamiin.

Resolusi 2015 adalah NYETIR. Bwahahaha…ini SIM udah mau kadaluarsa tapi sampai detik ini saya bawa mobil bisa dihitung pake satu tangan, hehe. Ayo suami, paksa si saya untuk memperlancar (curiga lupa sih :D) bawa mobilnya yak. Udah itu saja, mulai tahun 2012 kemarin saya memang tidak mau muluk dalam membuat resolusi atau impian setiap tahunnya, yang penting selalu menjadi yang terbaik dan sehat.

Selamat tahun baru semuanya ^^!!!!!

happy-new-year

14-18 Oktober 2014

Late post bingit yak, ndak apa2 lah ya…

Judul blog kali ini sinonim dengan Honeymoon, yeay! Acara bulan madu ini, kami ditemani oleh guide yang diutus oleh Minakjinggo Tour & Travel dan tongsis tentunya sebagai pahlawan kami :D. Oh iya, tujuan bulan madu ini saya pilih Kota Malang, Batu, Bromo. Ini beneran saya yang pilih dan langsung merajuk si mas untuk meng-iya-kan maunya si saya ini :D, kenapa? read more…

Mahar dan Cincin

Nyahahahahahaha…super basi banget baru posting nih tema yak, gpp lah ya lebih baik terlambat daripada tidak kan kan kan #pret. Jadi..mahar yang saya minta ke si mas, seperangkat alat sholat dan logam mulia 12 gram. Alasannya karena..kalo untuk alat sholat mah ya biar makin soleh solehah aja si kaminya, kalau logam mulia karena si saya kurang begitu suka perhiasan, jadi saya pilih logam mulia saja seberat 12 gram yang mana bertepatan dengan tanggal pernikahan kami. Ah..syeunang akhirnya punya tanggal anniversaary juga, setelah bertahun2 ga jelas tanggal anniversarynya (bororaah tanggal, hubungannya aja ga jelas :D).

Untuk alat sholatnya standar sajo beli di Pasar Baru, mukena broken white bahan sutra jepang ato paris yak lupa, pokoknya jempol banget deh tuh mukena, tapi memang agak mahal, 600 ribu lebih kalo ga salah. Kenapa saya pilih yang paling bagus dan paling ‘mahal’, karena saya malu aja, baju celana hp sepatu bisa beli yang bermerk, masa buat ngobrol sama Allah beli yang asal2an. Untuk logam mulia, hampir 2 bulan ada kali ya saya monitor setiap hari perkembangan harganya di sini, saat harganya mulai turun secara stabil (kopet mode on), kami langsung beli. Belinya langsung sajo di butik emas logam mulia Jl. Ir. H. Juanda No.145 Dago, Bandung.

Alasan mengapa cincin kawin kami tidak masuk ke dalam mahar karena kami pikir cincin itu sesuatu yang memang tidak pernah terpikirkan oleh kami akan dijual atau digadai atau apa lagi ya, pokoknya arti cincin lumayan sakral lah untuk kami, sama kayak buku nikah lah mungkin bahasa simplenya mah. Bukan berarti si logam mulia mau dijual, tapi setidaknya itu sesuatu yang mutlak menjadi milik saya saja, bukan seperti cincin kawin yang kami miliki berdua secara ada ukiran nama di dalam cincinnya. Lagi pula kalau si cincin ini masuk ke dalam mahar, wah kasian si mas nanti pas ijab jadi kepanjangan, hihi.

Cincin kawin kami ini kami buat di Laris Jewellery di Jl. Sukajadi, modelnya ya nyontek dari mbah gugel pastinya. Untuk si mas pake yang palladium karena memang di Islam ga boleh kan cowok pake emas. Alasan saya memilih toko emas ini, karena packagingnya baguuus, jadi ga perlu lagi deh kotak cincin ala seserahan untuk acara penyematan setelah ijab. Penampakannya seperti ini nih:

laris

Oh iya, kalau packaging si mahar, kami percayakan kepada Kuchiwalang yang mana memang agak mahal dan agak nyesel sih, secara cuma gitu doank hasilnya, duh lupa dipoto uy kalo mahar mah, huhuhu, tapi ya sudahlah ya secara udah bingung mau gimana ngebentuk si maharnya.

Sekian review si mahar dan cincin kawin kami yang tentunya sudah kami pakai, hehe.